9.27.2010

Remaja dan Internet
March 30th, 2009 by catur


Pengantar

Internet merupakan sebuah jaringan global yang memungkinkan komunikasi antar kota dan bahkan antar negara dapat dilakukan dengan biaya yang murah. Kita bisa mengirim surat elektronik (e-mail), ngobrol (chatting), mendengarkan radio (streaming) dan mencari informasi (browsing) dengan siapapun, darimanapun dan kemanapun dengan biaya pulsa telepon lokal. Kita bisa pula “bertelepon” ke luar negeri, juga dengan pulsa lokal. Internet dipadati dengan materi pendidikan dan hiburan.

Ingatlah, tidak seluruh isi di Internet dapat bermanfaat bagi kita. Beberapa isinya bahkan cenderung merugikan kita, anak-anak dan murid. Materi yang merugikan tersebut terdapat di situs-situs negatif, misalnya pornografi, madat, rasisme, kekerasan dan perjudian. Di Internet dapat pula terjadi pelanggaran privasi, perendahan martabat dan pelecehan seksual ringan maupun berat.

Tetapi jangan kuatir, pengaruh negatif di Internet dapat kita kecilkan sekaligus mengoptimalkan manfaat positifnya. Untuk itulah kita harus (1) membantu mengkampanyekan citra Internet sebagai media pendidikan dan hiburan yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan, (2) membantu memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan guru dalam menyikapi perkembangan Internet dan dampaknya, serta (3) membantu mengupayakan peningkatan penetrasi Internet di Indonesia dari pelanggan rumahan (keluarga) dan dari komunitas pendidikan secara aman dan bertanggung-jawab (aman bagi anak dan murid dengan tanggung-jawab orang-tua dan guru dalam memberikan pengawasan dan bimbingan).

Definisi Remaja

Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity . Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa.

Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.

Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.

Ciri-ciri Masa Remaja
Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja.

1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.
2. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
3. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
4. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
5. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.

Pertumbuhan Internet di Indonesia

Departemen Komunikasi dan Informatika mengemukakan, sekitar 50% penduduk Indonesia pada tahun 2015 yang diperkirakan berjumlah 240 juta jiwa, atau sebanyak 120 juta jiwa, diharapkan sudah terhubung dan mampu menggunakan internet. Harapan tersebut sesuai dengan deklarasi world summit on informastion society (WSIS) tahun 2003, dimana point terpentingnya adalah pada tahun 2015 sekitar 50% penduduk dunia harus memiliki akses informasi yang terhubung dan mampu menggunakan internet.

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi yang berlangsung cepat. Berdasarkan perhitungan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terdapat sekitar 25 juta pengguna internet. Peningkatan pengguna internet diprediksi akan terus meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kemudahan dalam mengendalikan informasi yang berada di tangan publik. Dengan internet, mereka dapat berinteraksi secara bebas dan membentuk komunitas hanya dengan menekan tombol “enter”.

Pengguna yang memanfaatkan internet di kafe atau warung internet (warnet) paling tinggi, yaitu sebesar 60 persen. Sedangkan pengguna yang memanfaatkan internet di kantor sebesar 20,4 persen, di kampus dan sekolah 10 persen, dan pengguna internet di rumah hanya sebesar 0,4 persen. Setiap pengguna rata-rata dapat menghabiskan waktu 1-2 jam per hari dalam menggunakan internet.

Kenaikan pengguna internet juga dicerminkan data dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bahwa pertumbuhan pengguna situs yang berakhiran “.id” tumbuh sekitar 53 persen per tahun dalam kurun waktu antara tahun 1998-2006. Pada tahun 2008 tercatat ada lebih dari 70 ribu situs, sementara tahun 2009 diperkirakan ada tambahan lima ribu pengguna baru.

Jumlah “blogger” (pengguna `blog` di internet) di Indonesia juga mengalami peningkatan. Semula, jumlah `blogger` tahun 2007 hanya berjumlah 130.000 orang, kemudian tahun 2008 menjadi 600 ribu `blogger`, dan meningkat menjadi 1.2 juta `blogger` pada tahun 2009.

Jumlah member di facebook pada akhir tahun 2008 mencapai ke angka 1 juta pengguna dari Indonesia. Per tanggal 19 Februari 2009 data di facebook menunjukkan angka 1,448,460 user Indonesia. Dan data di Alexa bahkan Facebook melangkahi rangking Friendster! Data di google adplanner juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari tahun 2008 yang di prediksi oleh APJII sekitar 25 juta user sementara di tahun 2009 Google Adplanner mencatat sebesar 31 juta user dari Indonesia!

Internet di kalangan remaja

Sebuah data menunjukkan bahwa rata-rata pengguna internet di perkotaan 60% adalah di bawah 30 th. Artinya, sebagian dari mereka adalah dari kalangan anak sekolah, yang masih muda, yang mungkin saja masih belum terlalu bisa memilah informasi yang ada.

Di kalangan remaja, mereka tidak asing lagi dengan istilah-istilah seperti: e-mail, browsing, chatting, website, blog, dan sebagainya. Data lain menunjukkan hampir 30 persen pengguna Internet di Tanah Air berasal dari kalangan remaja berusia 15-24 tahun. Memang kebanyakan penggunaan Internet oleh remaja, baru sebatas penerimaan/pengiriman e-mail dan chatting. Banyak pengelola situs yang mengincar remaja usia 15 sampai 20 tahun sebagai pangsa pasar utama Internetnya dengan menyajikan informasi terpadu mengenai dunia remaja. Sebab, pertumbuhan pemakai Internet pada usia itu di Indonesia berkembang sangat pesat.

Karena itu, internet sudah bukan lagi barang yang asing. Dengan bermunculannya warnet (warung Internet) yang menyediakan jasa pelayaran akses internet, atau dengan perangkat bergerak semacam PDA, Blackberry, atau Smartphone mereka dapat mengakses internet dengan mudah. Hal ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena mereka dapat memperoleh informasi untuk memperluas wawasan dalam berbagai bidang.

Dampak Positif dan Negatif

Tersedianya situs-situs berbahasa Inggris merupakan suatu hal yang bermanfaat dalam penguasaan bahasa asing. Sedangkan penggunaan e-mail dan chatting pun juga dapat menjadi sarana tukar menukar atau mencari informasi serta memperlancar kemampuan komunikasi tulis-menulis.

Dalam dunia pendidikan juga memanfaatkan teknologi internet, baik di sekolah maupun lembaga formal dalam kegiatan belajar atau pembuatan tugas-tugas sekolah atau kuliah. Melalui internet mereka dapat memperoleh informasi yang hampir dapat dikatakan tidak ada batasnya, baik informasi di bidang agama, seni, politik, pendidikan, maupun film bahkan situs pornografi, kekerasan, rasialisme, perjudian, ataupun berita-berita yang menyesatkan.

Peranan Orang Tua

Dunia internet tidak lepas dari pengaruh negatif maupun positif. Karena itu, komunikasi orang tua dan anak sangat diperlukan untuk meminimalkan sisi negatifnya. Dalam usaha memaparkan sisi positifnya, bisa dilakukan melalui kampanye atau seminar di sekolah maupun lembaga formal dengan menyebarkan brosur-brosur ke institusi pendidikan dan keluarga tentang pentingnya penggunaan internet secara sehat. Brosur juga dapat berupa panduan bagi orang tua dan guru maupun dosen dalam menyikapi perkembangan internet yang demikian pesat.

Jadi, penggunaan internet di kalangan remaja mempunyai dampak positif yaitu berbagai informasi yang sifatnya memperluas wawasan para remaja yang dapat di akses secara cepat. Akan tetapi, dalam mengatasi hal seperti fornografi, kekerasan, rasialisme, perjudian, serta berita-berita yang menyesatkan tidak kalah penting diantisipasi. Tujuannya, agar para remaja tidak terpengaruh oleh hal-hal negatifnya.

Orang tua harus bertindak sportif dan bekerjasama dengan anak remajanya untuk mencegah hal-hal yang negatif. Ingatlah, tidak lama lagi seorang anak remaja akan berangkat dewasa. Mereka tidak sekedar harus tahu tentang bagaimana cara bersikap yang baik, tetapi juga harus tahu bagaimana cara membuat pertimbangkan mana yang baik dan mana yang tidak baik, baik offline maupun online. Hal tersebut akan lebih produktif dan aman bagi kehidupan mereka di masa depan.

Referensi

1. www.rumahbelajarpsikologi.com

2. www.depkominfo.go.id

3. www.ictwatch.com

[+/-] Selengkapnya...

2.12.2010

Banggakah Anda Jadi Orang Indonesia?

di sadur dari artikel Gustaaf Kusno

masih banggakah anda menjadi orang indonesia?
Pertanyaan diatas sebetulnya lebih cocok saya tulis dalam bahasa Inggris Are you proud of being an Indonesian ?, karena rasa kebanggaan atau kebalikannya justru paling sering kita rasakan kalau kita sedang berada di luar negeri. Pertanyaan yang paling lumrah dari orang yang sedang bersosialisasi dengan anda adalah Where’re you from? Dan rasa-rasanya pada masa sekarang ini kita cukup malu mau mengatakan ‘saya dari Indonesia’.

Sebetulnya tanpa kita berbohongpun, Indonesia sangat kurang dikenal didalam pergaulan internasional. Yang ’aneh’ justru mereka lebih tahu dan paham dengan Bali, bahkan ada yang mengira Indonesia itu bagian dari Bali. Malahan mereka menyangka bahwa Indonesia itu secara geografis adalah bagian dari Indo China. Dengan ’susah payah’ saya terangkan bahwa wilayah Indonesia itu sama luasnya dengan wilayah Amerika Serikat, cuma bedanya kalau AS adalah wilayah daratan (kontinen), sedangkan Indonesia adalah negara kepulauan (archipelego). Itupun mereka masih terbengong-bengong tidak percaya, seakan-akan yang saya ceritakan adalah negeri antah berantah.

Mengapa kita sekarang tidak bisa berbangga mengatakan bahwa kita orang Indonesia? Karena cukup banyak hal-hal negatif tentang diri kita yang terpapar dalam pergaulan internasional. Ambillah contoh soal fraud dengan menyalah-gunakan kartu kredit di dunia maya. Visa International dan Mastercard memasukkan Indonesia sebagai ’penipu’ (fraudster) nomor dua di dunia, sehingga semua vendor diperingatkan untuk berhati-hati, bahkan ada yang terang-terangan menolak pemesanan barang yang berasal dari orang Indonesia. Malahan ada seorang vendor yang pernah tertipu mengatakan bahwa buat orang Indonesia dan Nigeria ( dua top ranking dalam kasus fraud), perbuatan penipuan di dunia maya ini dianggapnya seperti olahraga atau main bola layaknya.

Kita juga tahu adanya larangan terbang bagi maskapai penerbangan Indonesia oleh negara-negara Masyarakat Eropa sejak Juli 2007 yang cukup mencoreng citra Indonesia di dunia. Belum lagi travel warning yang entah sudah berapa kali disuarakan berbagai negara untuk tujuan ke negara kita yang pada umumnya terkait dengan terorisme. Ditambah lagi peringkat yang dikeluarkan oleh Tranparency International yang masih menempatkan Indonesia pada ranking ke 111 dari 180 negara di dunia dalam soal korupsi. Angka yang diperoleh Indonesia memang sedikit naik dari 2,6 menjadi 2,8 dengan nilai 10 sebagai angka terbersih dari praktek korupsi, namun angka ini tetap memprihatinkan dan memalukan.

Citra yang kita bawa sebagai duta Indonesia di saat berada di luar negeri kadang-kadang tidak kita sadari dan ’kebiasaan lama’ di tanah air terbawa di luar negeri. Contoh kecil pada saat menaiki bis kota, beberapa tempat duduk di dekat pintu masuk memang dikosongkan (reserved) untuk para orang tua (senior citizens) dan penyandang cacad (handicapped persons). Dan masyarakat disana sangat mematuhi ketentuan itu, sekalipun sebetulnya tidak ada sanksi hukum kalau kita melanggarnya. Tapi yang sering saya lihat, orang Indonesia ’memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan” ini dengan duduk di bangku penyandang cacad ini dan ’acuh’ saja sekalipun sudah ditatapi oleh penumpang lain. Demikian pula tempat parkir bagi penyandang cacad (yang memang tidak ada di negara kita) sering ditilep oleh teman-teman Indonesia karena letaknya memang biasanya paling dekat dengan pintu masuk toko atau kantor disana.

Saya teringat cerita seorang pengajar orang Amerika yang bertutur soal pelanggaran lalu lintas yang pernah dia lakukan di suatu waktu dan dia mendapatkan tilang (ticket). Namun karena dia sibuk, dia lalai untuk pergi membayar denda. Beberapa tahun kemudian saat dia tidak sengaja dihentikan oleh polisi lalulintas, ternyata denda yang belum dibayar itu (outstanding fine), masih terlacak oleh si polisi. Dan sesuai dengan prosedur yang berlaku dia harus diborgol untuk dibawa ke kantor polisi. ”Begitu memalukan dan sangat ternista”, ujarnya. Saya hanya membatin, kalau di negara kita, tentunya ceritanya bisa sangat berbeda. Karena disini semuanya ’bisa diatur’ dan ada ’salam tempel’

Kadang-kadang kalau kita berfikir memang pantas kita tidak bangga menjadi bangsa indonesia, pemerintahan amburadul, sistem politik yang tidak jelas hingga hanya rakyat kecil yang menjadi korban....
buktinya, kemiskinan semakin banyak, penggangguran sudah tidak terhitung lagi, kejahatan terjadi dimana-mana.....

lalu apa yang mesti dilakukan bangsa ini sehingga kita semua menjadi bangga menjadi bagian dari bangsa ini....
jawabannya tentu ada dalam pikirian anda masing-masing...

[+/-] Selengkapnya...


Jelang Inter VS Chealsea

Dua tahun sejak kepergiannya, Jose Mourinho masih terikat kuat dalam memori Chelsea. Setelah meraih kemenangan di laga perdana, Carlo Ancelotti bisa memaksa The Blues melupakan The Special One dengan meraih kemenangan atas Inter Milan.

Mourinho mungkin meninggalkan Stamford Bridge dengan cara yang kurang mengenakkan. Namun sampai kapanpun dia pastinya akan diingat sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki The Blues, setelah dalam durasi tiga tahun mampu memberi klub London itu enam titel.

Setelah kepergiannya, Chelsea terbukti tak mampu mencari pelatih pengganti yang sama baik, setidaknya dalam hal keberhasilan memenangi tropi. Guus Hiddink memang sempat memberi Chelsea Piala FA, namun dia tak bisa lama-lama menetap di Bridge. Harapan Frank Lampard cs kini tertumpu pada seorang Italiano bernama Carlo Ancelotti.

Don Carletto, yang terhitung sukses di AC Milan, telah mengawali petualangannya di Inggris dengan cukup baik setelah meraih kemenangan 2-0 atas Seattle Sounders. Kini dia punya kesempatan untuk bisa keluar dari bayang-bayang Mourinho saat Chesea dan Inter Milan saling berhadapan dalam lanjutan tur di Amerika Serikat, Rabu pagi (22/7/2009) WIB.

"Saya tidak berpikir kalau Ancelotti akan berhadapan dengan isu bahwa dia harus keluar dari bayangan Mourinho. Dia datang ke sini setelah memenangi dua tropi Liga Champions juga Liga Italia. Dia bekerja di level tertinggi dan dihormati sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia," ungkap Lampard seperti diberitakan Dailymail.

Meski menyebut Carletto tidak berada di bawah bayang-bayang Mourinho, dia seperti menuntut pembuktian dari bos barunya. Tantangan yang harus dilewati pelatih 50 tahun itu adalah memenangi Premier League atau Liga Champions.

"Jika kami bisa memenangi Premier League atau Liga Champions musim ini, dia akan merasakan sukes atas namanya sendiri dan tak akan ada lagi orang yang mempertanyakan hal itu," pungkas gelandang internasional Inggris itu

mudah2 inter menang.......
bravo interisti....

[+/-] Selengkapnya...

HANYA ORANG-ORANG YANG MAMPU BERFIKIR CEPAT, KRITIS DAN LUGAS YANG MENJADI ORANG SUKSES