2.12.2010

Banggakah Anda Jadi Orang Indonesia?

di sadur dari artikel Gustaaf Kusno

masih banggakah anda menjadi orang indonesia?
Pertanyaan diatas sebetulnya lebih cocok saya tulis dalam bahasa Inggris Are you proud of being an Indonesian ?, karena rasa kebanggaan atau kebalikannya justru paling sering kita rasakan kalau kita sedang berada di luar negeri. Pertanyaan yang paling lumrah dari orang yang sedang bersosialisasi dengan anda adalah Where’re you from? Dan rasa-rasanya pada masa sekarang ini kita cukup malu mau mengatakan ‘saya dari Indonesia’.

Sebetulnya tanpa kita berbohongpun, Indonesia sangat kurang dikenal didalam pergaulan internasional. Yang ’aneh’ justru mereka lebih tahu dan paham dengan Bali, bahkan ada yang mengira Indonesia itu bagian dari Bali. Malahan mereka menyangka bahwa Indonesia itu secara geografis adalah bagian dari Indo China. Dengan ’susah payah’ saya terangkan bahwa wilayah Indonesia itu sama luasnya dengan wilayah Amerika Serikat, cuma bedanya kalau AS adalah wilayah daratan (kontinen), sedangkan Indonesia adalah negara kepulauan (archipelego). Itupun mereka masih terbengong-bengong tidak percaya, seakan-akan yang saya ceritakan adalah negeri antah berantah.

Mengapa kita sekarang tidak bisa berbangga mengatakan bahwa kita orang Indonesia? Karena cukup banyak hal-hal negatif tentang diri kita yang terpapar dalam pergaulan internasional. Ambillah contoh soal fraud dengan menyalah-gunakan kartu kredit di dunia maya. Visa International dan Mastercard memasukkan Indonesia sebagai ’penipu’ (fraudster) nomor dua di dunia, sehingga semua vendor diperingatkan untuk berhati-hati, bahkan ada yang terang-terangan menolak pemesanan barang yang berasal dari orang Indonesia. Malahan ada seorang vendor yang pernah tertipu mengatakan bahwa buat orang Indonesia dan Nigeria ( dua top ranking dalam kasus fraud), perbuatan penipuan di dunia maya ini dianggapnya seperti olahraga atau main bola layaknya.

Kita juga tahu adanya larangan terbang bagi maskapai penerbangan Indonesia oleh negara-negara Masyarakat Eropa sejak Juli 2007 yang cukup mencoreng citra Indonesia di dunia. Belum lagi travel warning yang entah sudah berapa kali disuarakan berbagai negara untuk tujuan ke negara kita yang pada umumnya terkait dengan terorisme. Ditambah lagi peringkat yang dikeluarkan oleh Tranparency International yang masih menempatkan Indonesia pada ranking ke 111 dari 180 negara di dunia dalam soal korupsi. Angka yang diperoleh Indonesia memang sedikit naik dari 2,6 menjadi 2,8 dengan nilai 10 sebagai angka terbersih dari praktek korupsi, namun angka ini tetap memprihatinkan dan memalukan.

Citra yang kita bawa sebagai duta Indonesia di saat berada di luar negeri kadang-kadang tidak kita sadari dan ’kebiasaan lama’ di tanah air terbawa di luar negeri. Contoh kecil pada saat menaiki bis kota, beberapa tempat duduk di dekat pintu masuk memang dikosongkan (reserved) untuk para orang tua (senior citizens) dan penyandang cacad (handicapped persons). Dan masyarakat disana sangat mematuhi ketentuan itu, sekalipun sebetulnya tidak ada sanksi hukum kalau kita melanggarnya. Tapi yang sering saya lihat, orang Indonesia ’memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan” ini dengan duduk di bangku penyandang cacad ini dan ’acuh’ saja sekalipun sudah ditatapi oleh penumpang lain. Demikian pula tempat parkir bagi penyandang cacad (yang memang tidak ada di negara kita) sering ditilep oleh teman-teman Indonesia karena letaknya memang biasanya paling dekat dengan pintu masuk toko atau kantor disana.

Saya teringat cerita seorang pengajar orang Amerika yang bertutur soal pelanggaran lalu lintas yang pernah dia lakukan di suatu waktu dan dia mendapatkan tilang (ticket). Namun karena dia sibuk, dia lalai untuk pergi membayar denda. Beberapa tahun kemudian saat dia tidak sengaja dihentikan oleh polisi lalulintas, ternyata denda yang belum dibayar itu (outstanding fine), masih terlacak oleh si polisi. Dan sesuai dengan prosedur yang berlaku dia harus diborgol untuk dibawa ke kantor polisi. ”Begitu memalukan dan sangat ternista”, ujarnya. Saya hanya membatin, kalau di negara kita, tentunya ceritanya bisa sangat berbeda. Karena disini semuanya ’bisa diatur’ dan ada ’salam tempel’

Kadang-kadang kalau kita berfikir memang pantas kita tidak bangga menjadi bangsa indonesia, pemerintahan amburadul, sistem politik yang tidak jelas hingga hanya rakyat kecil yang menjadi korban....
buktinya, kemiskinan semakin banyak, penggangguran sudah tidak terhitung lagi, kejahatan terjadi dimana-mana.....

lalu apa yang mesti dilakukan bangsa ini sehingga kita semua menjadi bangga menjadi bagian dari bangsa ini....
jawabannya tentu ada dalam pikirian anda masing-masing...

[+/-] Selengkapnya...


Jelang Inter VS Chealsea

Dua tahun sejak kepergiannya, Jose Mourinho masih terikat kuat dalam memori Chelsea. Setelah meraih kemenangan di laga perdana, Carlo Ancelotti bisa memaksa The Blues melupakan The Special One dengan meraih kemenangan atas Inter Milan.

Mourinho mungkin meninggalkan Stamford Bridge dengan cara yang kurang mengenakkan. Namun sampai kapanpun dia pastinya akan diingat sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki The Blues, setelah dalam durasi tiga tahun mampu memberi klub London itu enam titel.

Setelah kepergiannya, Chelsea terbukti tak mampu mencari pelatih pengganti yang sama baik, setidaknya dalam hal keberhasilan memenangi tropi. Guus Hiddink memang sempat memberi Chelsea Piala FA, namun dia tak bisa lama-lama menetap di Bridge. Harapan Frank Lampard cs kini tertumpu pada seorang Italiano bernama Carlo Ancelotti.

Don Carletto, yang terhitung sukses di AC Milan, telah mengawali petualangannya di Inggris dengan cukup baik setelah meraih kemenangan 2-0 atas Seattle Sounders. Kini dia punya kesempatan untuk bisa keluar dari bayang-bayang Mourinho saat Chesea dan Inter Milan saling berhadapan dalam lanjutan tur di Amerika Serikat, Rabu pagi (22/7/2009) WIB.

"Saya tidak berpikir kalau Ancelotti akan berhadapan dengan isu bahwa dia harus keluar dari bayangan Mourinho. Dia datang ke sini setelah memenangi dua tropi Liga Champions juga Liga Italia. Dia bekerja di level tertinggi dan dihormati sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia," ungkap Lampard seperti diberitakan Dailymail.

Meski menyebut Carletto tidak berada di bawah bayang-bayang Mourinho, dia seperti menuntut pembuktian dari bos barunya. Tantangan yang harus dilewati pelatih 50 tahun itu adalah memenangi Premier League atau Liga Champions.

"Jika kami bisa memenangi Premier League atau Liga Champions musim ini, dia akan merasakan sukes atas namanya sendiri dan tak akan ada lagi orang yang mempertanyakan hal itu," pungkas gelandang internasional Inggris itu

mudah2 inter menang.......
bravo interisti....

[+/-] Selengkapnya...

HANYA ORANG-ORANG YANG MAMPU BERFIKIR CEPAT, KRITIS DAN LUGAS YANG MENJADI ORANG SUKSES