Setelah beberapa tahun aman dari teror bom, kali ini Indonesia kembali harus menghadapi peristiwa yang sangat menyedihkan. Jumat pagi ini (17/07) dua bom meledak di Jakarta pada dua tempat berbeda dan pada saat hampir bersamaan, yaitu Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan dan Hotel Ritz Carlton di kawasan SBCD. Akibatnya jatuh puluhan korban luka dan beberapa korban tewas, sebagiannya adalah warga asing. Hingga artikel ini diturunkan, diperkirakan korban masih terus bertambah.etelah beberapa tahun aman dari teror bom, kali ini Indonesia kembali harus menghadapi peristiwa yang sangat menyedihkan. Jumat pagi ini (17/07) dua bom meledak di Jakarta pada dua tempat berbeda dan pada saat hampir bersamaan, yaitu Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan dan Hotel Ritz Carlton di kawasan SBCD. Akibatnya jatuh puluhan korban luka dan beberapa korban tewas, sebagiannya adalah warga asing. Hingga artikel ini diturunkan, diperkirakan korban masih terus bertambah.
Situasi keamanan Indonesia yang kondusif walau baru saja melalui pelaksanaan Pemilu legislatif dan presiden pada tahun 2009 ini harus terkoyak oleh ledakan bom berjenis high exlposive yang menurut dugaan sementara oleh kepolisian Indonesia adalah bom bunuh diri.
Saat ini pihak kepolisian masih belum berani memastikan pengeboman itu dilakukan pihak teroris karena belum ada laporan tentang pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Jika ditilik dari peristiwa tersebut, tampaknya teror bom di dua hotel mewah bertaraf Internasional ini memiliki kesamaan dengan teror bom sebelumnya yang pernah terjadi di Indonesia. Karena tampaknya sasaran kedua bom tersebut adalah warga asing yang memang banyak menginap atau mengunjungi kedua hotel itu. Hal ini tidak pelak mengingatkan kita pada teror bom beberapa tahun lalu di tempat yang sama, Hotel JW Marriot pada tahun 2003 yang menewaskan sejumlah warga asing.
Juga teror bom di Bali yang terjadi dua kali yaitu pada tahun 2002 dan 2005. Begitu pula bom di kedutaan besar Australia pada tahun 2004 yang walau gagal menelan korban asing namun menewaskan banyak bangsa kita. Tampaknya tidak hanya orang asing yang menjadi sasaran tetapi juga pemilihan dua hotel internasional itu memang disengaja.
Seperti dikatakan oleh pengamat intelijen AC Manullang dalam sebuah media online bahwa kedua hotel itu memiliki banyak cabang di dunia sehingga peristiwa yang menimpa hotel tersebut akan secara otomatis jadi perbincangan di seluruh penjuru dunia.
Walau pihak kepolisian hingga saat ini belum memastikan siapa pelaku teror bom Marriott dan Ritz-Carlton, nemun melihat kemiripan modusnya dengan teror sebelumnya, dapat diduga sebagian pihak mencurigai kelompok Jamaah Islamiyah (JI) sebagai pelaku. Mengutip berita (17/07) dari sebuah media online Australia, pengamat terorisme Rohan Gunaratna, pimpinan International Centre for Political Violence and Terrorism Research, sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Singapura dengan yakin menyatakan JI di belakang teror bom tersebut.
Namun dalam berita yang sama itu, seorang analisis Australia yaitu Dr. Carl Ungerer justru menduga kelompok sempalan JI adalah pelaku sebenarnya lantaran berbeda pendapat dengan beberapa pimpinan JI. Sidney Jones, pengamat teroris yang berbasis di Jakarta pun menyatakan masih terlalu awal menyimpulkan JI di belakang teror bom itu.
Memang dugaan-dugaan tersebut di atas masih diselidiki kebenarannya, namun yang jelas kejadian yang menyedihkan ini membuat mata kita terbuka bahwa Indonesia sebenarnya masih belum aman.
Yang jelas teror bom di dua hotel ini membuyarkan pendapat sebagian pihak bahwa ancaman teror di Indonesia telah mereda dengan banyaknya penangkapan terhadap para anggota JI atau organisasi yang berkaitannya dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan bukan tidak mungkin ada pelaku lain yang tidak berkaitan dengan organisasi JI sengaja melakukan teror di Indonesia dengan tujuan-tujuan tertentu yang belum diketahui.
Tidak peduli siapa pun pelaku atau apa pun tujuan teror bom itu, Indonesia jangan sampai kembali terpuruk ke dalam kondisi kekacauan politik, keamanan, ekonomi dan juga SARA seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, pihak keamanan Indonesia harus segera mengungkapkan dan menangkap pelaku teror bom Marriott dan Ritz-Carlton ini. Juga segala lapisan masyarakat bersama pemerintah harus merapatkan barisan untuk menjaga Indonesia agar tetap aman dan kondusif.
7.21.2009
siapa dalang di balik teror bom Jakarta...?
Dunia Kecam Keras Serangan Bom Jakarta
Polisi berjaga-jaga di depan Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (17/07).
Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Polisi berjaga-jaga di depan Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (17/07).
Pemerintah negara-negara memberikan reaksi terhadap peristiwa serangan bom di dua hotel di Jakarta.
Seorang pria Selandia Baru menjadi salah satu korban tewas, Jumat ini (17/07), ketika bom meledak di dua hotel mewah di Jakarta, demikian diumumkan Perdana Menteri John Key. Dunia Kecam Keras Serangan Bom Jakarta
Polisi berjaga-jaga di depan Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (17/07).
Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Polisi berjaga-jaga di depan Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (17/07).
Pemerintah negara-negara memberikan reaksi terhadap peristiwa serangan bom di dua hotel di Jakarta.
Seorang pria Selandia Baru menjadi salah satu korban tewas, Jumat ini (17/07), ketika bom meledak di dua hotel mewah di Jakarta, demikian diumumkan Perdana Menteri John Key.
Pemerintah di Wellington tidak mengumumkan nama korban. Namun media lokal melaporkan bahwa korban adalah Timothy David Mackay, presiden direktur perusahaan semen Swiss, Holcim, cabang Indonesia. Mackay disebutkan berada di hotel JW Marriott guna menghadiri pertemuan bisnis. Menurut laporan stasiun televisi Selandia Baru Three News, Mackay bergabung dengan Holcim sejak tahun 1989 dan bertugas di Indonesia sejak tahun 2004.
“Saat ini kami terus menerima informasi lanjutan dari kedutaan besar Selandia Baru di Jakarta mengenai peristiwa itu. Saya ingin menyatakan belasungkawa terdalam untuk keluarga dan teman korban,“ ungkap Perdana Menteri Key. Key menambahkan, serangan bom di Jakarta merupakan aksi terencana yang dirancang untuk membunuh dan melukai orang yang tidak berdosa.
Sementara itu pihak kedutaan besar Selandia Baru di Jakarta mencari informasi di berbagai rumah sakit mengenai kemungkinan warga Selandia Baru menjadi korban cedera.
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengecam serangan bom Jakarta yang disebutnya sebagai “aksi barbar“. Rudd mengatakan, serangan bom yang melukai setidaknya dua warga Australia itu telah membuatnya “mual“.
“Aksi teroris apa pun merupakan aksi pengecut. Itu merupakan aksi pembunuhan, barbar dan melanggar prinsip dasar kemanusiaan,“ kata PM Australia Rudd.
Di tahun 2002, Australia kehilangan 88 warganya yang tewas dalam peristiwa Bom Bali.
“Atas nama pemerintah Australia saya menyatakan simpati terdalam dan belasungkawa kepada keluarga korban tewas dalam serangan ini serta simpati bagi korban cedera,“ demikian dinyatakan Rudd.
Lebih lanjut Rudd mengatakan, “Pemerintah Australia mengecam keras serangan teroris ini, yang sudah pasti dikecam juga oleh pemerintah negara di seluruh dunia. Kita harus bekerja sama membawa pelaku serangan ini ke pengadilan.“
Di Praha, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengecam keras serangan bom di Jakarta. Clinton menyebut serangan tersebut sebagai aksi “tidak berperikemanusiaan“. Clinton menggarisbawahi bahwa ancaman terorisme tetap “sangat nyata“. Dalam pernyataannya, Clinton menjelaskan, kementerian luar negeri Amerika Serikat membantu warganya yang cedera akibat serangan bom di Jakarta.
Lebih lanjut Clinton menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat menyatakan simpati terdalam bagi para korban dan warga Indonesia. Clinton menyebutkan pemerintah di Washington siap mengulurkan tangan membantu pemerintah Indonesia, jika diminta.
Reaksi juga dilontarkan Uni Eropa. Swedia yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan Dewan Eropa menyatakan mengecam keras peristiwa serangan bom di Jakarta. “Uni Eropa menyatakan simpati terdalam dan belasungkawa terhadap keluarga para korban. Kami menyatakan simpati dan solidaritas kepada pemerintah dan warga Indonesia yang harus melewati masa sulit,” demikian disebutkan dalam pernyataan yang dikeluarkan Swedia.
Di Paris, pemerintah Perancis mengecam keras peristiwa serangan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Pernyataan kementerian luar negeri Perancis menyebutkan siap membantu pemerintah Indonesia dalam mempromosikan stabilitas.
Serangan bom di dua hotel internasional di Jakarta Ritz-Carlton dan JW Marriott Jumat pagi ini (17/07) menewaskan setidaknya sembilan orang dan melukai lebih dari 40 orang. Empat dari sembilan orang tewas diketahui sebagai warga asing.
7.01.2009
Tiga Perusda Kota Semarang Merugi
/
Rabu, 1 Juli 2009 | 22:30 WIB
SEMARANG, KOMPAS - Tiga dari lima perusahaan daerah di Kota Semarang masih merugi sepanjang tahun 2008 lalu. Hal ini tidak terlepas dari inefisiensi pembelanjaan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia yang terdapat dalam tubuh lembaga tersebut.
Kepala Bagian Ekonomi Kota Semarang Masrohan Bahri, Rabu (30/6), di Kota Semarang, mengatakan, tiga perusahaan daerah yang masih merugi antara lain, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal, Perusda Rumah Pemotongan Hewan (RPH), dan PD BPR Bank Kredit Kecamatan Semarang Tengah.
Tiga Perusda Kota Semarang Merugi
/
Rabu, 1 Juli 2009 | 22:30 WIB
SEMARANG, KOMPAS - Tiga dari lima perusahaan daerah di Kota Semarang masih merugi sepanjang tahun 2008 lalu. Hal ini tidak terlepas dari inefisiensi pembelanjaan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia yang terdapat dalam tubuh lembaga tersebut.
Kepala Bagian Ekonomi Kota Semarang Masrohan Bahri, Rabu (30/6), di Kota Semarang, mengatakan, tiga perusahaan daerah yang masih merugi antara lain, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Moedal, Perusda Rumah Pemotongan Hewan (RPH), dan PD BPR Bank Kredit Kecamatan Semarang Tengah.
Berdasarkan data Pemkot Semarang tahun 2008, PDAM Tirta Moedal masih rugi Rp 60,9 miliar, Perusda RPH rugi Rp 4,4 miliar, dan BPR BKK Semarang Tengah rugi Rp 8,3 miliar.
Sedangkan perusahaan yang berhasil membukukan laba pada tahun 2008 adalah Perusda Percetakan dan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar. "Karena berhasil untung, dua perusda itu berhasil membagikan dividen kepada Pemkot Semarang," kata Masrohan.
BPR Bank Pasar menyetorkan dividen sebesar Rp 113,3 juta atau melebihi target dividen yang Rp 96,7 juta dan Perusda Percetakan menyetorkan Rp 127,94 juta atau kurang dari target dividen sebesar Rp 146,96 juta.
Menurut Masrohan, perusda berpotensi menjadi tulang punggung pendapatan dalam APBD Kota Semarang asalkan dikelola dengan baik. Namun, kondisi perusda yang diwariskan oleh pejabat pemerintahan di masa lalu masih menyisakan banyak masalah.
SDM yang dipekerjakan masih di bawah standar kompetensi yang dibutuhkan. "Hal ini menunjukkan sistem rekrutmen sebelumnya tidak selektif," kata Masrohan.
Masrohan mengakui, perusda baru mulai dibenahi pada tahun 2005 untuk menghindarkan Pemkot dari kerugian terus-menerus. Pembenahan yang paling nyata adalah pemilihan redaksi secara transparan.
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono menyatakan, keuntungan yang diraih dua perusda tersebut masih belum sebanding dengan aset yang ditanamkan Pemkot.
Artinya, laba yang diperoleh tidak menjadi ukuran kinerja. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi internal, ucapnya.
Penyertaan modal PDAM
Sementara, sebagai upaya untuk memenuhi prasyarat penghapusan bunga utang PDAM Tirta Moedal oleh pemerintah pusat sebesar Rp 238 miliar, Komisi B DPRD Kota Semarang telah memberikan rekomendasi kepada Ketua DPRD untuk segera menandatangani rencana bisnis PDAM tahun 2008-2012. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK/05/2008 .
Adapun prasyarat lainnya berupa penyertaan modal kepada PDAM, lanju Ari, akan dibahas dalam panitia khusus untuk segera dimasukkan dalam APBD Perubahan 2009. Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2006 tentang PDAM, besaran penyertaan modal yang diajukan adalah Rp 100 miliar.
PDAM Tirta Moedal Kota Semarang tercatat sebagai lima PDAM yang memiliki bunga utang terbesar selain PDAM Balikpapan, Bandung, Bekasi, dan Palembang.
Sent from Indosat Blackberry powered by
