banggakah kita menjadi pemuda-pemudi Indonesia
Bunyi petir beberapa hari terakhir ini semakin terdengar memekakkan kuping seolah sedang ingin mengatakan : ‘bangun.! siapkan peralatan kalian..’ . Ya dia mengamuk karena ulah kita semua dalam memperlakukan dan cara kita tidak merawat alam serta udara.
Derasnya air yang turun dari langit seakan menyambung salam pembuka tadi , maka dalam sekejap halaman disekitar kita berubah bentuknya . Menjadi genangan air yang secara perlahan membentuk sebuah danau hingga nanti berpotensi berubah lagi menjadi gelombang derasnya arus yang menyeret semua yang ada di permukaannya .
Kita semua masih senang bermain-main dengan bahaya .
dueERr..! lagi…., kalang kabut kita menghadapi naiknya harga minyak didunia yang sebenarnya sebagai salah satu wilayah kaya dan sebagai salah satu produsen kekayaan alam mustinya kita justru seharusnya bersuka cita . Mengapa hal tersebut bisa terjadi .. jawabannya sederhana :
‘kita tak pernah merasa perlu bercermin pada diri sendiri ‘.
Sumber daya alam kita tak pernah kita kelola dan mampu kita kuasai sendiri , akibatnya sungguh ironis sekali bila harga minyak dunia turun maka kita akan sangat bersedih hati sebab pendapatan negara dari sektor migas melorot drastis . Bagaimana kita harus membayar gaji pejabat negara dan fasilitas bagi rakyat yang harus dipenuhi negara .
lalu,
Bila harga minyak dunia naik seperti sekarang ini hingga bermain-main dibilangan angka 100 dollar per barelnya , maka kita juga tak kalah kalang kabutnya seperti sekarang ini , sebab beban berat subsidi juga semakin menjerat leher rasanya .
Bingung kita jadinya , harga minyak dunia turun…salah…naikpun……salah..!
Perusahaan model apakah ini , bila kita analogikan negara Republik Indonesia sebagai sebuah usaha besar yang dimiliki oleh kurang lebih 250 juta rakyatnya sebagai para stakeholder nya .
Masihkah layak disebut sebagai sebuah perusahaan ? Jangan-jangan memang bukan , sebab selama ini dia lebih berfungsi sebagai kran -kran bagi ujung - ujung pipa - pipa yang hanya mengalir ke kantong - kantong para penguasanya saja.
Karena itu mereka tak peduli pada hak para pemegang sahamnya , mereka hanya peduli untuk ngurusin kantong - kantong pertama yang disinggahi oleh kran - kran tersebut.
dueERRr..!lagi…, panggung pertunjukan politik sudah semakin dekat untuk dibuka . Berduyun duyun orang orang lama mendaftarkan diri untuk bisa masuk dalam barisan aktor pemainnya . Posternya masih sama , masih yang itu itu juga , masih yang harus menjanjikan rakyat untuk bisa percaya . Sebab rakyatnya ya memang suka dibohongin dan suka sekali terpesona oleh tampilan di mata .
Masihkan pemerintah pasca 2009 nanti dan kondisi kita nantinya ya masih sama saja seperti biasanya ini ..? Ya..tentu saja masih sama … jangan pernah berharap untuk ada perbaikan perbaikan kualitas hidup bagi kita , bila kita semua lagi lagi seperti yang saya katakan tadi ..
Senang dibohongin dan suka sekali oleh tampilan di mata .
Republik ini akan goncang tidak keruan bila supply kran-kran ke kantong-kantong para pengelolanya terganggu dan terhambat , alias semakin menetes mengecil duit yang bisa untuk menggaji dan menutupi biaya hidup mereka . Bagaimana dengan biaya hidup dan kesejahteraan para pemegang sahamnya ..? ‘emang gw pikirin’
Tak ada cara lain yang bisa ditempuh oleh kondisi semacam tersebut diatas selain seluruh para stakeholder memecat dan mengganti jajaran direksi - direksinya .
Lalu kemanakah gerangan suara-suara mereka , dimanakah gerangan para pemegang sahamnya tersebut .. apa mereka semua sudah buta …apa mereka semua sudah bisu …apa mereka semua sudah tuli … ataukah mereka semua sudah gila…
Saya hanya bertanya koq..silahkan anda sendiri yang menjawabnya masing-masing.
dueERr..! kondisi sosial kehidupan kita masuk ke babak baru berikutnya , yakni harus memahami dan menerima segala ketimpangan-ketimpangan sebagai satu konsekwensi yang lumrah dan biasa-biasa saja. Tak usah diributkan , tak perlu dipertentangkan dan tak perlu ..tak perlu …serta tak perlu lainnya .
Terima saja segala kemiskinan yang menimpa tetangga kita atau bahkan ke sanak saudara kita , terima saja segala musibah yang menimpa berjuta juta orang diluar sana..toh itu hanya kita lihat di layar televisi atau hanya kita baca di koran-koran saja .
Nggak ada hubungannya dengan kita sendiri secara langsung kan…?
Supaya hati nggak gundah dan pikiran tetap terjaga , ganti saja chanel telivisinya atau letakkan saja koran tersebut ditempatnya disusun yang rapi agar bila ada
tamu bertandang kerumah anda , mereka akan melihat bahwa anda masih up to date mencermati perkembangan dunia .
Selanjutnya tontonlah sinetron dan hiburan ringan yang mengembirakan hati dan bisa merangsang khayalan untuk membangun berbagai motivasi . Soal khayalan dan motivasi tersebut hanya menumpuk dan kemudian lalu mati….itu urusan yang lain lagi ..biarkan saja ….yang penting anda sudah berkhayal untuk punya motivasi .
Masyarakat pengkhayal motivasi , banggakah kita dengan julukan tersebut .., tentu saja jawabannya adalah tidak .
Anda ingin menjadi pecatur Handal ???
-
Hai penggemar catur! Saya memiliki koleksi untuk meningkatkan permainan
catur terdiri dari: 1. Ebook catur. Ebook – ebook catur ini berisikan
materi catu...
16 years ago

No comments:
Post a Comment